Ahnjhun_Diego

wellcome to Ahnjhun zone

Minggu, 23 Desember 2012

keutamaan ayat kursi

KEUTAMAAN AYAT KURSI

Ayat kursi mempunyai kedudukan yg agung & tempat yg tinggi,karena ia mengandung dzikir yg mulia & pengetahuan yg utama,berupa peng-Esa-an Allah,keagungan & sifat-sifat Nya
Tidak ada dzikir & pengetahuan yg lebih besar daripada dzikir & pengetahuan tentang Allah subhanahu wa ta'ala.

Rasulullah telah menjelaskan kedudukan ayat ini & keutamaanya dalam berbagai hadits.Diantaranya yaitu:

1. AYAT KURSI ADALAH AYAT YG PALING AGUNG DI DALAM AL QUR'AN.

Dari ubay bin ka'ab Ra. Rasulullah bertanya kepadanya: wahai Abdul mundzir (ubay),tahukah kamu apakah ayat dari kitabullah yg paling agung menurutmu...?
Dia menjawab :Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum.
(HR.Imam Muslim)

2. DI DALAM AYAT KURSI TERDAPAT ASMA ALLAH.

Dari Asma binti Yazid ra.dia berkata :
saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda : Didalam dua ayat ini,Allahu laa ilaha illa huwal hayyul Qoyyum & Alif lam mim, Allahu laa ilaha illa hual hayyum Qoyum.
terdapat asma Allah yang Agung.
(HR.Imam Ahmad)

3. SYETAN MENGHINDARI ORANG YANG MEMBACA AYAT KURSI.

Dari ubay bin ka'ab ra.bahwa dia mempunyai tempat menjemur buah kurma.suatu kali dia melihat buah kurmanya berkurang.maka pada malam harinya dia menjaganya.tiba tiba muncul seorang anak usia baligh.anak itu mengucapkan salam dan ubay menjawab salamnya.
engkau sebangsa jin ataukah manusia ? tanya ubay.
dia menjawab : saya adalah sejenis jin.
coba sodorkan tanganmu padaku ? tanya ubay.
maka jin itu menyodorkan tangannya yg ternyata sama dengan kaki anjing.begitu pula bulu bulunya.ubay bin ka'ab bertanya: memang beginikah jin diciptakan ?
semua kalangan jin sudah tau bahwa tidak ada yg lebih keras diantara mereka selain saya.
(HR.An-nasa'i,ibnu hibban,at-thabrani.al-hakim & al-baghawi)

syetan berkata:
sesungguhnya saya hendak mengingatkan tentang suatu hal padamu yaitu ayat kursi.baca ayat ini niscaya syetan ataupun jin tidak akan mendekatimu.(HR.imam thirmidzi)

Selasa, 18 Desember 2012

Bertemu Rosulullah

KISAH SEORANG PEMUDA YANG TIDAK PERNAH BERSHALAWAT BERMIMPI BERTEMU BAGINDA NABI SAW ..

Ada seorang pemuda yang mimpi bertemu Baginda Nabi Sayyidina
Muhammad SAW, dan Rasul tidak menoleh serta tak menghiraukannya.
Kemudian si pemuda tersebut bertanya pada Sayyidina Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah apakah
engkau marah?”
Rasul SAW menjawab, “Tidak…”
Kemudian pemuda tersebut bertanya lagi pada Sayyidina Muhammad SAW, “Kenapa engkau tidak
menoleh kepadaku Wahai Rasulullah?”
Rasul menjawab, “Karena aku tidak mengenalmu”.

Kemudian pemuda tersebut berkata, “Bagaimana engkau tidak mengenalku ya Rasulullah, sedang aku adalah ummatmu?” (Ulama mengatakan berdasarkan hadits, bahwa Rasulullah SAW lebih mengenal ummatnya daripada seorang ibu mengenal anaknya.)
Rasulullah SAW menjawab, “Karena engkau tidak pernah bershalawat kepadaku.”
Beliau SAW berkata kembali, “Bahwasanya kadar pengenalanku kepada ummatku itu tergantung dari banyaknya dia bershalawat kepadaku.”

Pemuda itu lalu terbangun dari tidurnya dengan keadaan sedih. Mulai hari itu ia senantiasa
memperbanyak bacaan shalawat kepada Nabi SAW.
Tak berapa lama kemudian, ia bermimpi bertemu Rasulullah SAW kembali. Di dalam mimpi itu ia
bertanya apakah kini Rasul sudah mengenali dirinya.
Rasulullah SAW lantas menjawab seraya tersenyum, “Sekarang aku telah mengenalmu, bahkan
mencintaimu. Itu dikarenakan oleh banyaknya bacaan shalawatmu kepadaku.”

Senin, 17 Desember 2012

"ISTIGHFAR KEPADA ALLAH"

"ISTIGHFAR KEPADA ALLAH"

Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita.

Istighfar memiliki dua makna:


Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta ampun kepada Allah, minta dimaafkan kesalahan kita, minta ditutupi aib-aib kita.

Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib. Karena itu Allah sangat menyukai hamba Allah yang terus beristighfar.

Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar adalah kewajiban dan kebutuhan kita, agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.

Yang kedua, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta kepada Allah, mohon kepada Allah, amat sangat, agar Allah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia.

Subhanallah...

Satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. Karena itu tidak heran hamba Allah yang sungguh-sungguh beristigfar tampak dalam kehidupannya, semakin berkah, semakin membawa kebaikan dan perbaikan,semak in bahagia, tenang, senang, menyenangkan, di dunia dan di akhirat. Karena itu Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Barangsiapa yang melazimkan, mendawamkan dirinya selalu beristighfar kepada Allah, maka Allah mudahkan saat ia sulit, Allah gembirakan saat ia sedih,dan Allah beri rezeki dari jalan yang tidak pernah ia duga."

(HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Minggu, 16 Desember 2012

MASUK ISLAM KARENA 20 SEN



MASUK ISLAM KARENA 20 SEN

Seorang imam masjid di London, setiap hari pergi pulang dari rumahnya ke masjid dengan mengendarai bus umum. Ongkos bus tersebut dibayar pakai kartu (card), atau langsung ke sopir karena bus tidak memiliki kondektur. Setelah bayar, baru kemudian cari tempat duduk kosong.

Sang imampun bayar ongkos pada sopir lalu menerima kembalian, sebab hari itu ia tidak puny
a uang pas… baru kemudian duduk di bangku belakang yang kosong.

Di tempat duduknya dia menghitung uang kembalian dari sopir yang ternyata lebih 20 sen. Sejenak iapun terpikir.. uang ini dikembalikan atau tidak yah..? Ah cuma 20 sen ini… ah dia (sopir) orang kafir ini… atau aku masukin saja ke kotak amal di masjid…?

Setelah sampai di tempat tujuan, ia pun hendak turun bus dengan berjalan melewati sopir bus tersebut. Dalam hatinya masih bergejolak atas uang 20 sen itu, antara dikembalikan atau tidak. Namun ketika sampai di dekat sopir, spontan iapun mengulurkan 20 sen sambil berkata: “Maaf , Uang kembaliannya tadi berlebih 20 sen”.

Tanpa disangka tanpa dinyana.. sopir itu mengacungkan jempol seraya berkata:

“Anda berhasil..!!!”

“Apa maksud anda..?” Tanya imam masjid.

“Bukankah anda imam masjid yang di sana tadi ?” Tanya sopir.

“Betul” jawabnya

Lantas sopir itu berkata…

“Sebenarnya sejak beberapa hari ini saya ingin datang ke masjid anda untuk belajar dan memeluk Islam.. tapi timbul keinginan di hati saya untuk menguji anda sebagai imam masjid, apa benar Islam itu seperti yang saya dengar: jujur, amanah dan sebagainya. Saya sengaja memberikan kembalian berlebih dan anda berhasil. Saya akan masuk Islam”. Kata sopir tersebut..

Alangkah tercengangnya imam masjid tersebut, sambil beristighfar berkali-kali menyesali apa yang dipikirkannya tadi. Hampir saja ia kehilangan kepercayaan hanya dengan uang 20 sen itu.
Astaghfirullah …

Allah SWT berfirman :
“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu” (QS ar-Rahman [55]: 9).

Nabi SAW menganjurkan umatnya untuk selalu jujur karena kejujuran merupakan mukadimah akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada akhlak tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi SAW, ... “Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan.”

Sifat jujur merupakan alamat keislaman, timbangan keimanan, dasar agama, dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut. Baginya kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan.

Sahabat fillah, Semoga kisah diatas menjadikan pelajaran bagi kita untuk senantiasa bersikap jujur, amanah dan berakhlak mulia sebagai seorang muslim sejati dimana pun dan kapan pun kita berada. .. Berhiaslah dengan akhlak yang mulia ..

Rabu, 12 Desember 2012

WAKTU HARAM SHALAT DHUHA



... WAKTU HARAM SHALAT DHUHA ...

Sebelum melaksanakan sholat dhuha, ada baiknya kita mengetahui waktu-waktu yang diharamkan melaksanakan sholat secara umum. Karena walaupun sholat dhuha hukumnya sunnah, tetapi bila dilaksanakan pada waktu yang haram bukanlah pahala yang kita dapat, malah jadi dosa.

Berikut waktu-waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat yang berdasarkan hadits-hadits Rasul yaitu :

1. Rasulullah SAW:
Dari Ibnu Abbas berkata: “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sholat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah Asar hingga matahari
terbenam.” [HR. Bukhari]

2. Dari Ibnu Umar berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat
hingga matahari terbenam”. [HR. Bukhari]

3. Dari Abu Hurairah bahwaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dua sholat.
Beliau melarang sholat sesudah sholat Subuh sampai matahari terbit dan sesudah sholat Asar sampai matahari terbenam. [HR. Bukhari]

4. Dari Muawiyah ia berkata (kepada suatu kaum): “Sesungguhnya kamu melakukan sholat (dengan salah).
Kami telah menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami tidak pernah melihat beliau melakukan sholat itu karena beliau telah melarangnya, yaitu dua rakaat sesudah sholat Asar”. [HR. Bukhari]

5. Dari Uqbah bin Amir: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sholat pada tiga saat: (1) ketika terbit matahari sampai tinggi, (2) ketika hampir Zuhur sampai tergelincir matahari, (3) ketika matahari hampir terbenam.” [HR. Bukhari]

6. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang sholat pada waktu tengah hari tepat (matahari di atas kepala), sampai tergelincir matahari kecuali pada hari Jumat. [HR. Abu Dawud]

Menurut jumhur ulama, sholat ini adalah sunat Tahiyatul Masjid, selain sholat ini tetap dilarang melakukan sholat apapun.

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya.

Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah
langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya.
Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya.” [HR. Nasa’i]

Waktu-waktu itu adalah waktu yang haram untuk shalat. Artinya apabila kita melakukan shalat sunat pada waktu haram, maka bukan pahala yang kita dapatkan, melainkan dosa.

Waktu-waktu haram yang mengapit shalat Dhuha:
1. Waktu haram sesudah Shalat Subuh hingga matahari bersinar.
2. Waktu haram ketika hampir masuk waktu Zuhur hingga tergelincir matahari, atau kurang lebih jam 11:30 AM hingga 12:00 PM
Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha [pada waktu yang belum begituwsiang, maka ia berkata: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat Dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Shalatnya orang-orang yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari”.
-HR. Muslim-

KEJAMNYA WAKTU SUBUH ::



KEJAMNYA WAKTU SUBUH ::

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.

Saya yakin di antara kita sudah mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh denga
n kacamata yang lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah bersumpah dalam Al Fajr : “Demi fajar (waktu Subuh)”. Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan: “Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”. bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah "waktu Shubuh". Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (QS. At-Takwir:18).

Ada apa dibalik waktu Subuh? Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh? Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!
Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api.
Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.
Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin…

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah anda, dan mengambil paksa semua barang anda. Emas dan semua perhiasan di gondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting anda juga diembatnya. Eh, mobil yang belum lunas juga digasaknya. Bagaimana rasa pedih hati anda menerima kenyataan ini?

Ketahuilah, bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Karena jika anda tertindas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka anda akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar laptop dan mobil. Anda kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat, “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR Muslim).

Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia. Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.

“…dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk” (HR Muslim).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam…, atau kurang lebih 150 kali shalat! Betapa agung fadilah shalat Subuh berjamaah ini. Betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Tahukah anda bahwa nabi menyetarakan dengan orang munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah?

“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangk ak” (HR Bukhari Muslim).

Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dengan orang munafik. Padahal, ancaman bagi orang munafik adalah neraka Jahannam. “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam” (QS. An Nisa:140).

Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin?

Nah, agar tidak merasakan tindasan waktu Subuh yang lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka: “Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh” (QS. Al Falaq:1). Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah (shalat fajar) dan shalat berjamaah di masjid.

Selasa, 11 Desember 2012

BAYI MATI HIDUP LAGI



BAYI MATI HIDUP LAGI

Suatu kejadian aneh juga terjadi tahun 2004, di Desa Besuki, Kabupaten Situbondo. Ketika itu seorang wanita jamaah Manakib melahirkan. Namun malang tak dapat ditolak, bayi yang dilahirkan meninggal dunia.

Melihat kenyataan itu, keluarga sepakat untuk tidak memberitahukan kepada ibu yang malang itu. Mereka khawatir, ibunya akan shock dan malah dapat menimbulkan hal yang tida
k diinginkan. Rupanya, sang ibu melihat sesuatu yang tidak beres. Itulah sebabnya dia bertanya seputar anak yang baru dilahirkan itu.

Karena keluarga sudah sepakat untuk tidak memberitahukannya, maka dibiarkannya ibu itu menangis. Sementara itu, segala macam keperluan pemakaman disiapkan. Jenazah sudah dimandikan dan segera dikafani.
Tetapi ibu itu terus menangis. Dia sudah merasakan anaknya meninggal, itulah sebabnya dia memohon dapat melihat jenazah anaknya, meski hanya sebentar.

“Mana anakku?…. saya mau gendong sebentar saja. Saya mau lihat wajahnya,”kata ibu itu sambil menangis. Pihak keluarga merasa iba, lalu jasad bayi itupun dibawa kepada ibunya. Serta merta, sang ibu mendekap jasad anaknya.
Sambil menangis, sang ibu berkata, “ Ya Allah, andaikan saja Engkau memberikan kehidupan kepada anak ini, saya akan mengajaknya mengikuti Zikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani.”

Subhanallah! Tiba-tiba saja mayat bayi itu bergerak dan menangis. Seketika para pelayat yang memenuhi rumah bertakbir memuji kebesaran Tuhan. Sekarang bayi tersebut sudah berusia 4 tahun dan dalam keadaan sehat. (Al-Qodiri)