Ahnjhun_Diego

wellcome to Ahnjhun zone

Rabu, 12 Desember 2012

KEJAMNYA WAKTU SUBUH ::



KEJAMNYA WAKTU SUBUH ::

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.

Saya yakin di antara kita sudah mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh denga
n kacamata yang lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah bersumpah dalam Al Fajr : “Demi fajar (waktu Subuh)”. Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan: “Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”. bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah "waktu Shubuh". Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (QS. At-Takwir:18).

Ada apa dibalik waktu Subuh? Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh? Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!
Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api.
Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.
Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin…

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah anda, dan mengambil paksa semua barang anda. Emas dan semua perhiasan di gondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting anda juga diembatnya. Eh, mobil yang belum lunas juga digasaknya. Bagaimana rasa pedih hati anda menerima kenyataan ini?

Ketahuilah, bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Karena jika anda tertindas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka anda akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar laptop dan mobil. Anda kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat, “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR Muslim).

Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia. Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.

“…dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk” (HR Muslim).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam…, atau kurang lebih 150 kali shalat! Betapa agung fadilah shalat Subuh berjamaah ini. Betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Tahukah anda bahwa nabi menyetarakan dengan orang munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah?

“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangk ak” (HR Bukhari Muslim).

Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dengan orang munafik. Padahal, ancaman bagi orang munafik adalah neraka Jahannam. “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam” (QS. An Nisa:140).

Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin?

Nah, agar tidak merasakan tindasan waktu Subuh yang lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka: “Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh” (QS. Al Falaq:1). Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah (shalat fajar) dan shalat berjamaah di masjid.

Selasa, 11 Desember 2012

BAYI MATI HIDUP LAGI



BAYI MATI HIDUP LAGI

Suatu kejadian aneh juga terjadi tahun 2004, di Desa Besuki, Kabupaten Situbondo. Ketika itu seorang wanita jamaah Manakib melahirkan. Namun malang tak dapat ditolak, bayi yang dilahirkan meninggal dunia.

Melihat kenyataan itu, keluarga sepakat untuk tidak memberitahukan kepada ibu yang malang itu. Mereka khawatir, ibunya akan shock dan malah dapat menimbulkan hal yang tida
k diinginkan. Rupanya, sang ibu melihat sesuatu yang tidak beres. Itulah sebabnya dia bertanya seputar anak yang baru dilahirkan itu.

Karena keluarga sudah sepakat untuk tidak memberitahukannya, maka dibiarkannya ibu itu menangis. Sementara itu, segala macam keperluan pemakaman disiapkan. Jenazah sudah dimandikan dan segera dikafani.
Tetapi ibu itu terus menangis. Dia sudah merasakan anaknya meninggal, itulah sebabnya dia memohon dapat melihat jenazah anaknya, meski hanya sebentar.

“Mana anakku?…. saya mau gendong sebentar saja. Saya mau lihat wajahnya,”kata ibu itu sambil menangis. Pihak keluarga merasa iba, lalu jasad bayi itupun dibawa kepada ibunya. Serta merta, sang ibu mendekap jasad anaknya.
Sambil menangis, sang ibu berkata, “ Ya Allah, andaikan saja Engkau memberikan kehidupan kepada anak ini, saya akan mengajaknya mengikuti Zikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani.”

Subhanallah! Tiba-tiba saja mayat bayi itu bergerak dan menangis. Seketika para pelayat yang memenuhi rumah bertakbir memuji kebesaran Tuhan. Sekarang bayi tersebut sudah berusia 4 tahun dan dalam keadaan sehat. (Al-Qodiri)



Lelaki pun juga bisa menangis



"TANGISAN KAUM PRIA"

Siapa bilang pria tak bisa banyak menangis?

Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering "menangis".
Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya.
Itulah mengapa Tuhan menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita. Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya.

Pria menangis karena tanggung
-jawabn ya di hadapan Tuhannya.
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga.
Menjadi pengawal Tuhan bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.

Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya.
Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.

Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya.
Pria "menangis" dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan.

Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya.
Pria "menangis" dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam.

Tak nampak tangisnya pada peristiwa-peris tiwa kecil dan sepele.
Pria "menangis" dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat.

Pria "menangis" dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari.
Pria "menangis" dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rezeki.
Pria "menangis" dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri.
Pria "menangis" dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya.

Namun... Pria pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya.
Di kesendiriannya menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Tuhannya.
Sungguh tiada yang pantas mendampingi pria berharga seperti itu melainkan wanita mulia yang memahami nilainya.

Indah jalan menuju Tuhan jika wanita shalehah yang menjadi teman.
Pandanglah Ayah ...
Pandanglah Suami ...
Sesungguhnya syurga Allah di dalam keridha'an mereka...:)



Senin, 10 Desember 2012

Hati & Pikiran Tenang



CARA MEMBUAT HATI DAN FIKIRAN TENANG

1. Pandai Bersyukur

Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat oang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.

2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita Keduniawian

Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.

3. Bantu Orang Lain & Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh

Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolong satu sama lain, bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.

4. Manajemen Emosi

Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat/penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa/melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.

5. Hidup Sederhana

Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah diri kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.

Semoga dapat membantu kita semua hidup tenang dunia dan akhirat

Selasa, 27 November 2012

menangislah sebelum menangis di kemudian hari



Menangislah sebelum menangis di kemudian hari

Rosulullah bersabda ,” kalau kamu tahu apa yang aku tahu, maka kamu akan sedikit ketawa dan banyak menangis. Bukankah nabi juga pernah bersabda ,” neraka akan dipagari nikmat dan syurga akan dipagari bala. MENANGISLAH SEKARANG SEBELUM MENANGIS DI KEMUDIAN HARI ..menangislah wahai diri, agar senyumanmu banyak di kemudian hari, karena engkau belum tahu nasibmu apakah disebelah kanan atau sebelah kiri. Disana lembaran sejarahmu dibuka satu per satu, menyemarakan rasa malu berabad-abad lamanya bergantung kepada syafaat Rosulullah. Menangislah seperti saidina umar yang selalu memukul dirinya dengan berkata,” kalau semua masuk ke dalam syurga kecuali seorang, aku takut akulah orang itu. Ibnu mas’ud r.a berkata ,”  seorang yang mengenal Al qur’an dikenali waktu malam ketika orang lain tidur, dan waktu siangnya ketika orang lain berpuasa, sedihnya ketika orang lain bergembira dan tangisanya diwaktu orang lain tertawa, diamnya diwaktu orang lain berbicara, khusuknya diwaktu orang lain berbangga. Seharusnya orang yang mengerti Al qur’an itu tenang , lunak dan tidak boleh menjadi seorang yang keras , kejam ,lalai, bersuara keras dan marah. Tanyailah orang sholeh , mengapa dia tidak terhibur ? . “ bagaimana hendak bergembira mati ada di belakang kami, kubur ada dihadapan kami, kiamat itu janji kami , neraka itu memburu kami, dan ALLAH LAH perhentian kami. Buat mereka yang seringkali melupakan kekasih yang paling agung, Allah sedang menanti di pintu taubatnya. Pulanglah padanya ..menangislah untuknya..menangislah untuk menagih cintanya, menangis karena memohon taubatnya, menangis karena takut padanya. Sabda Rosullullah SAW : ada 2 titisan yang Allah cintai yaitu titisan darah para syuhada dan titisan air mata yang jatuh karena takut dengan azab Allah. Semoga Allah merahmati serta memberkati perjalanan hidup kita untuk bertemu denganya…aminnn