Ahnjhun_Diego

wellcome to Ahnjhun zone

Selasa, 11 Desember 2012

Lelaki pun juga bisa menangis



"TANGISAN KAUM PRIA"

Siapa bilang pria tak bisa banyak menangis?

Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering "menangis".
Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya.
Itulah mengapa Tuhan menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita. Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya.

Pria menangis karena tanggung
-jawabn ya di hadapan Tuhannya.
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga.
Menjadi pengawal Tuhan bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.

Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya.
Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.

Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya.
Pria "menangis" dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan.

Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya.
Pria "menangis" dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam.

Tak nampak tangisnya pada peristiwa-peris tiwa kecil dan sepele.
Pria "menangis" dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat.

Pria "menangis" dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari.
Pria "menangis" dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rezeki.
Pria "menangis" dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri.
Pria "menangis" dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya.

Namun... Pria pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya.
Di kesendiriannya menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Tuhannya.
Sungguh tiada yang pantas mendampingi pria berharga seperti itu melainkan wanita mulia yang memahami nilainya.

Indah jalan menuju Tuhan jika wanita shalehah yang menjadi teman.
Pandanglah Ayah ...
Pandanglah Suami ...
Sesungguhnya syurga Allah di dalam keridha'an mereka...:)



Senin, 10 Desember 2012

Hati & Pikiran Tenang



CARA MEMBUAT HATI DAN FIKIRAN TENANG

1. Pandai Bersyukur

Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat oang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.

2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita Keduniawian

Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.

3. Bantu Orang Lain & Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh

Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolong satu sama lain, bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.

4. Manajemen Emosi

Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat/penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa/melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.

5. Hidup Sederhana

Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah diri kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.

Semoga dapat membantu kita semua hidup tenang dunia dan akhirat

Selasa, 27 November 2012

menangislah sebelum menangis di kemudian hari



Menangislah sebelum menangis di kemudian hari

Rosulullah bersabda ,” kalau kamu tahu apa yang aku tahu, maka kamu akan sedikit ketawa dan banyak menangis. Bukankah nabi juga pernah bersabda ,” neraka akan dipagari nikmat dan syurga akan dipagari bala. MENANGISLAH SEKARANG SEBELUM MENANGIS DI KEMUDIAN HARI ..menangislah wahai diri, agar senyumanmu banyak di kemudian hari, karena engkau belum tahu nasibmu apakah disebelah kanan atau sebelah kiri. Disana lembaran sejarahmu dibuka satu per satu, menyemarakan rasa malu berabad-abad lamanya bergantung kepada syafaat Rosulullah. Menangislah seperti saidina umar yang selalu memukul dirinya dengan berkata,” kalau semua masuk ke dalam syurga kecuali seorang, aku takut akulah orang itu. Ibnu mas’ud r.a berkata ,”  seorang yang mengenal Al qur’an dikenali waktu malam ketika orang lain tidur, dan waktu siangnya ketika orang lain berpuasa, sedihnya ketika orang lain bergembira dan tangisanya diwaktu orang lain tertawa, diamnya diwaktu orang lain berbicara, khusuknya diwaktu orang lain berbangga. Seharusnya orang yang mengerti Al qur’an itu tenang , lunak dan tidak boleh menjadi seorang yang keras , kejam ,lalai, bersuara keras dan marah. Tanyailah orang sholeh , mengapa dia tidak terhibur ? . “ bagaimana hendak bergembira mati ada di belakang kami, kubur ada dihadapan kami, kiamat itu janji kami , neraka itu memburu kami, dan ALLAH LAH perhentian kami. Buat mereka yang seringkali melupakan kekasih yang paling agung, Allah sedang menanti di pintu taubatnya. Pulanglah padanya ..menangislah untuknya..menangislah untuk menagih cintanya, menangis karena memohon taubatnya, menangis karena takut padanya. Sabda Rosullullah SAW : ada 2 titisan yang Allah cintai yaitu titisan darah para syuhada dan titisan air mata yang jatuh karena takut dengan azab Allah. Semoga Allah merahmati serta memberkati perjalanan hidup kita untuk bertemu denganya…aminnn

Senin, 22 Oktober 2012

Rosulullah pun juga pernah menangis



Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. menirunya membaca "Ya Karim! Ya Karim!"

Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya "Ya Karim! Ya Karim!"

Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata: "Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah."

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: "Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?"

"Belum," jawab orang itu.

"Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?"

"Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya," kata orang Arab badwi itu pula.

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: "Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!"

Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya. "Tuan ini Nabi Muhammad?!"

"Ya" jawab Nabi s.a.w.

Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: "Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya."

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: "Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!"

Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata: "Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!" kata orang Arab badwi itu.

"Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?" Rasulullah bertanya kepadanya.

'Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,' jawab orang itu. 'Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!'

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:

"Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di surga nanti!" Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la Ialu menangis krna tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

Minggu, 14 Oktober 2012

Ku pinang engkau dengan Al Quran



Suatu hari, datanglah seorang perempuan kepada Rosulullah dan berkata, “ Ya Rosulullah aku datang menghibahkan diriku untukmu….Rosullullah pun Melihatnya, dan mengangguk anggukan kepalanya. Tapi Rosullah kembali duduk, rupanya tak ada hasrat baginya untuk menikahi perempuan itu….tiba-tiba salah satu sahabatnya berdiri dan berkata, “ Ya Rosulullah, Jika engkau tidak berhasrat untuk menikahinya, Maka nikahkanlah aku denganya…Lalu Rosulullah pun berkata pada lelaki itu,” Apa kau punya untuk Meminangnya ?”…” Aku tidak punya apa2 Rosulullah.” Jawab lelaki itu……Kata Rosulullah,” Pulanglah kepada Keluargamu… lihatlah…apakah ada yang bisa engkau jadikan Mahar disana…Lelaki itupun pulang lalu kembali lagi dan berkata ,” Demi Allah …aku tidak mendapati apapun untuk mahar…Kata Rosulullah,” Lihatlah…Walaupun hanya cincin dari Besi…Lelaki itupun kembali pulang lalu dia kembali lagi dan berkata,” Demi Allah ……Aku tidak mendapatinya…tapi aku punya kain Ya Rosulullah “. “ Apa yang kau bisa lakukan dengan kain itu ? Jika engkau memakainya istrimu tidak bisa memakainya, Dan Jika istrimu memakainya kau tidak bisa memakainya”. Kata Rosulullah…Lelaki itupun duduk dan tetap duduk hingga Majelis seselai…Lelaki itu tampak sedih, Lalu Rosulullah memanggilnya dan berkata pada lelaki itu,” Apa yang kau punya dari Al Qur’an ? …”Ya Rosulullah aku Hafal surat ini dan surat ini “ jawab lelaki itu…Rosulullah pun berkata,” Kalau begitu aku akan nikahkan kau denganya, dengan Mahar Al Qur’an yang kau punya…SUBHANALLAH……Akhirnya lelaki itu pun menikah…dengan Ayat2 Al Qur’an yang di hafalnya sebagai mahar pinanganya…AL QUR’AN …….Mahar pinangan yang Suci,Manis , indah , Syahdu dan Mengesankan……Mahar Al Qur’an jauh lebih berharga dari pada uang semilyar, mobil mewah , rumah megah dan emas yang berlimpah ruah…Karena Al Qur’an adalah Kalam illahi..Wahyu Allah nan Suci…Maka siapakah yang tidak mau di pinang dengan lantunan ayat suci Al Qur’an ??
Izinkanlah aku untuk dipinang dengan Al Qur’an …